Senin, 06 Juli 2009

HAM tinggal cerita sajakah??

Mendengar kata demokrasi, sebetulnya sarat dengan hal-hal yang berhubungan dengan hak rakyat atau masyarakat itu sendiri. Seperti pemerintahan yang memang sudah dari rakyat, segala sesuatunya untuk kepentingan rakyat yang diusahakan dari rakyat sendiri pula namun apa yang terjadi sepertinya belum menjunjung tinggi hak-hak rakyat sendiri yang ada.
Memang bila hal-hal yang dianggap seperti hak-hak seperti mencoba menyalurkan aspirasi yang ada dalam pemerintahan era sekarang ini sudah lebih dapat ekspresif.
Maksud saya dengan kata ekspresif tersebut bila dahulu rakyat dibungkam dengan kekuatan politik di mana mereka tidak dapat mengeluarkan aspirasi dan kehendaknya tetapi di masa kini, siapapun dimanapun dan terhadap siapapun dapat memberikan komentar ataupun sekadar mengeluarkan uneg-uneg nya. berbeda di masa dahulu bahkan di masa orde baru pun yang diketahui di dunia luar bahwa Indonesia merupakan sebuah bangsa yang demokrasi, namun apa yang terjadi pada dasarnya hanya bualan belaka buktinya rakyat dibungkam dan diplester mulutnya dengan runtutan kekejaman untuk menghilangkan bukan hanya nama namun nyawa dari bumi pertiwi alias dicidug dan dihilangkan.
Bagi sebagian orang dan rakyat, mungkin mereka akan berkata "yah, itu kan kejadian masa lampau toh sekarang ham orang kecil lebih diperhatikan toh?" miris mendengarnya, sepertinya rakyat sekarang ini kok malah lebih dibutakan dengan situasi dan politik yang ada yang dibuat dan dikemas seolah-olah nasib rakyat lah yang memang sepenuhnya diperjuangkan. Saya tidak bisa memungkiri bahwa memang di sini, lebih tepatnya setelah pemerintahan orde baru (baca:diktaktor) yang ada telah tumbang memang pemerintahan-pemerintahan selanjutnya mencoba melakukan yang terbaik untuk rakyat namun sayangnya itu hanya sebagian kecil orang saja di pemerintahan, buktinya ketika ada yang ingin mengungkap kebenaran yang layak diketahui oleh khalayak banyak orang tersebut tetap saja "hilang" saya percaya setiap kita tidak akan lupa dnegan yang bernama Munir, bagaimana ketika nyawanya tersusun rapi untuk dihilangkan dan seolah-olah orang yang harus bertanggung jawab raib begitu saja.
Tokoh-tokoh penting seperti itu hilang oleh "orang dalam" sendiri, dan bagaimana bangsa ini disebut sudah menjunjung tinggi HAM sepenuhnya?!padahal mendeklarasikan dirinya bahwa bangsa ini adalah bangsa yang demokrasi. apakah demokrasi hanya terbatas dengan demo dapat dimana-mana? bila jawabannya memang ya, seperti itu lalu apalah arti Indonesia hanya bangsa yang mempunyai rakyat yang hanya bisa melolong tanpa diperdulikan.
Hanya hitungan dua jari lagi banyaknya hari untuk kita menyongsong pemilu, sebagai ahri yang akan merubah setiap aspek kehidupan Indonesia tercinta ini. melihat kandidat yang ada kesemuanya terlihat memperhatikan kehidupan rakyat, terutama rakyat kecil. tentu anda dan saya dapat melihat dari setiap iklan yang ada, namun lagi-lagi yang saya mau kritisi apakah mereka sungguh-sungguh memikirkan nasib rakyat?tidak adakah sedikitpun keinginan untuk meng-gain dirinya sendiri?jangan lupa, bahwa politik adalah seperti berdagang dan getir sekali untuk saya katakan kita, saya dan anda adalah barang dagangannya!!
Mari HAM yang kita miliki untuk memilih sesungguhnya kita gunakan, sehingga yang ada adalah bukan kita memilih dengan mematikan hak suara kita atau hak suara kita dipermainkan akibat tipuan muslihat yang ada. Namun sungguh-sungguh kita gunakan karena kita semua rindu tidak ada lagi Munir-munir berikutnya, saya sungguh-sungguh meng-encourage setiap kita untuk memilih calon presiden yang memperhatikan HAM rakyat Indonesia bukan sebaliknya, dengan kata lain saya sampaikan ingatlah kembali masa lampau catatan hitam pelanggaran HAM yang telah dimiliki dari mereka itu..
Jangan sampai terulang lagi.
Ayo gunakan hak suara anda, dengan bijak!

2 komentar:

  1. menurut saya ham sekarang ini memang masih menjadi masalah utama yang selalu dibicarakan. apalagi dengan adanya kasus Munir yang melibatkan pihak - pihak intelijen. kita harus menjunjung tinggi ham sebab ham sifatnya universal dan diakui banyak negara apalagi negara yang sudah meratifikasi konferensi ham dunia.

    BalasHapus
  2. yah menurut pendapat saya ham di Indonesia memang masih tabu.Karena masih banyak masalah-masalah ham pada masa dahulu yang belum tuntas masalahnya.Oleh karena itu kita harus dapat memilih dengan bijak Capres dan Cawapres yang dapat membuat Ham lebih di hargai

    BalasHapus